BRMP Hortikultura Gelar SMART TANI Bahas Standar Benih Umbi Kentang Bermutu
BRMP Hortikultura menyelenggarakan kegiatan SMART TANI: Sharing Session SNI Hortikultura dengan tema pembahasan standar benih umbi kentang, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube @brmphorti, serta diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga petani hortikultura. Pegawai BRMP Sayuran turut mengikuti kegiatan ini secara daring.
Kegiatan menghadirkan narasumber Fatiani Manik, S.P., M.Si. dan Nurmalita Waluyo, S.P., M.Agr. yang membahas SNI 7002:2024 tentang Benih Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) kelas benih sebar G2 dan SNI 9410:2025 tentang Benih Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) stek berakar kelas benih dasar.
Sambutan Kepala BRMP Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, S.P., M.Si., disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Eman Sulaeman, S.P., M.Si. Dalam sambutannya disampaikan bahwa forum sharing session seperti SMART TANI menjadi ruang penting untuk berbagi pengetahuan, menyamakan persepsi, serta memperkuat kapasitas teknis dalam memahami dan menerapkan standar mutu di bidang hortikultura.
Disampaikan pula bahwa kentang merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus berkembang. Namun demikian, tantangan utama dalam pengembangan kentang nasional masih berkaitan dengan ketersediaan benih bermutu, sehat, berkelanjutan, dan mudah diakses petani.
“Keberhasilan budidaya kentang sangat ditentukan oleh mutu benih. Benih yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seragam, produktivitas rendah, meningkatnya risiko serangan penyakit, serta menurunnya efisiensi usaha tani,”.
Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan instrumen penting untuk menjamin mutu, keamanan, keterlacakan, dan daya saing produk pertanian. Pemahaman terhadap SNI diharapkan tidak hanya sebatas mengetahui nomor dan judul standar, tetapi juga memahami substansi, persyaratan teknis, hingga implementasinya di lapangan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman terkait persyaratan mutu benih kentang, baik pada kelas benih sebar G2 maupun stek berakar kelas benih dasar, sehingga dapat mendukung penguatan sistem perbenihan kentang nasional yang lebih modern, tertib mutu, dan berkelanjutan.